Urun Keping

Lempar balik beberapa tahun yang lalu.

Seingatku, saat itu tengah hari. Aku sudah bangun sejak satu jam sebelumnya, dan sekarang duduk di sofa tengah indekos sambil menyimpul tali sepatu. Bersiap pergi ke kampus untuk mengikuti ujian.

Sontak, pintu kamar nomor enam terbuka. Temanku keluar dengan muka bantal, lalu beringsut duduk di sebelahku sembari menyalakan rokok. Seperti korek dalam genggamannya, aku pun memantik obrolan.

Kalau tidak salah alurnya seperti ini:

A: “Lo baru bangun?”

U: “Iya nih.”

A: “Siang amat, emang nggak ada ujian?”

U: “Ada tadi pagi.”

A: “Oh tadi pagi lo udah ke kampus? Terus langsung balik lanjut tidur lagi gitu?”

U: “Kagak, kan gua bilang gua baru bangun.”

A: “Lah berarti lo nggak ujian tadi?”

U: “Ya harusnya ujian, tapi gue nggak bangun.”

A: “Lah nilai lo kosong dong? Nggak lulus?”

U: “Ya… iya.”

A: “Buset chill banget dah lu, gak ada panik-paniknya.”

Sambil mengembuskan asap rokok, ia menjawab dengan santai.

U: “Emang kalo gua panik, masalahnya kelar?”

Mari kita telaah. Boleh dibilang, kelakuan temanku ini jelas-jelas tolol. Tapi perlu diakui ada secuil kebijaksanaan dalam perkataannya.

Tentu ketika dihadapkan dengan masalah, tindakan paling benar yang dapat kita lakukan adalah merumuskan lalu menerapkan solusi. Namun, dalam kondisi penuh tekanan, sebagian orang punya kecenderungan untuk bertindak reaktif bukan responsif.

Saat panik, kadar adrenalin dapat , membanjiri pembuluh darah lalu memicu tanggapan fight-or-flight — dua opsi yang notabene baru berguna ketika ada bahaya sungguhan. Dalam situasi sehari-hari, tanggapan demikian malah cenderung rancu dan memicu salah tindak. Seringkali akibat menuruti insting tanpa disaring.

Bukan masalah kalau instingmu bagus. Tapi, yah, kebanyakan orang tidak.

Untuk mengatasi dilema dengan strategis, ada baiknya belajar dari anekdot tentang temanku tadi (yang sebenarnya tidak tolol-tolol amat). Sebelum kelabakan dan lepas kendali, tarik napas dulu. Lalu tanya ke diri sendiri:

Memangnya kalau aku panik, masalahnya selesai?

Barulah cari solusi.

Matahari dalam Sepuluh
Frigg, 22 Novem
A.D. 2019

Kalaupun ada, mungkin manfaat tulisan ini bukan untukku — yang tak bisa panik bahkan ketika harus. Tapi itu masalah lain lagi.

_

Written by

I write about all things human.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store