Fragmen Pembuka

Bukan apa-apa, sedang ingin merangkai kata.

Mungkin aku sudah kehabisan gagasan, mungkin aku tak lagi peka pada perasaan. Sayang sekali, padahal itulah sifat-sifat yang paling kubanggakan.

Maaf jika aku diam. Menjadi bisu memang sering berarti tak mau diganggu. Tapi jika pun kau mengganggu, tak serta merta aku akan membencimu. Kadang aku malah bersyukur karena ada yang cukup peduli untuk mengusik lamunanku.

Teriakan dalam benak kerap mewujud hanya sebagai gumaman. Menyebalkan, padahal tak selamanya lawan bicaraku adalah diri sendiri. Aku sudah mencari, tapi yang kutemukan di pita suara hanya saklar nyala-mati. Dimana sih kenop volumenya? Oh ayolah, kali ini aku benar-benar ingin bicara. Kenapa tak bisa mengeraskan suara?

Hal-hal remeh selalu membingungkanku lebih dari yang seharusnya. Karena dalam hati, aku tak pernah sungguh-sungguh meremehkan apapun dan siapapun. Mungkin kau ragu, sebenarnya aku juga, tapi sepertinya memang begitu.

Sekarang aku ada di rumah, tapi sebentar lagi akan ke kedai kopi. Setelah mencapai dasar cangkir, aku akan segera pulang lagi. Biasanya aku betah berlama-lama, tapi kenapa sekarang tidak, ya? Padahal rasa dan suasananya masih tetap sama. Pasti aku yang sedang berbeda.

Dan di rumah nanti, selang sebentar pun akan berganti.
Lima menit membolak-balik halaman buku, lima menit mengotak-atik ponsel yang tadinya terbenam di saku.
Tiga menit duduk di ruang tengah, tiga menit mondar-mandir tanpa arah. Satu menit mengisi air segelas, satu menit kemudian sudah tandas.
Dan terus berulang, diselingi kunjungan ke kamar kecil atau kamar seberang.

Periode bastar antara ujian akhir dengan potongan hari-hari kosong agaknya semakin mengacaukan konsepsiku akan waktu. Hey, apakah ini sudah saatnya belajar lagi? Atau aku masih bisa berleha-leha?

Kota ini tempat yang nyaman, tapi akhirnya tetap saja menjenuhkan. Sabar sebentar, sabar. Sebentar lagi aku bisa pergi, meski harus segera kembali lagi.

Truk Kuning
Tyr, 10 Maia
A.D. 2016

Tertulis menjadi setumpuk fragmen pikiran yang tidak berkaitan, karena hanya itu yang kupunya sekarang. Bukan dirundung masalah ataupun tekanan, entahlah, sepertinya cuma sedang tidak sabaran.

_

I write to comprehend humanity. If you enjoy my stories, consider buying me a coffee: ko-fi.com/aushaf.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store